Konsensus Hiperglikemia pada Kehamilan

Kategori: , Tag:

Penulis:
Herman Sumawan
Muhammad Alamsyah Aziz
Muhammad Adrianes Bachnas
Manggala Pasca Wardhana
Rima lrwinda
Muhammad llham Aldika Akba
A.A.G Raka Budayasa
Harry Kurniawan Gondo
A. A .N. Jaya Kusuma
Defrin
Ellen Wewengkang
Anandha M Prefitri
Letta Sari Lintang
lfrinda Giantari

ISBN: –

Tahun Terbit: 2026

Halaman: x, 60 hlm.;

Ukuran: A4

Sinopsis:
Konsensus Penatalaksanaan Hiperglikemia dalam Kehamilan ini dapat disusun dan
diterbitkan. Konsensus ini merupakan wujud komitmen bersama dalam meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan ibu dan janin, khususnya terkait gangguan metabolisme glukosa selama
kehamilan yang berdampak jangka pendek maupun jangka panjang.
Hiperglikemia dalam kehamilan, termasuk diabetes yang telah ada sebelum kehamilan dan
diabetes melitus gestasional, merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat seiring
dengan bertambahnya prevalensi diabetes melitus dan obesitas di masyarakat. Kondisi ini tidak
hanya berisiko terhadap kesehatan ibu, tetapi juga memiliki implikasi serius terhadap pertumbuhan
janin, luaran kehamilan, serta risiko penyakit metabolik pada anak di kemudian hari. Oleh karena
itu, pendekatan yang komprehensif, berbasis bukti ilmiah, dan melibatkan berbagai disiplin ilmu
sangatlah diperlukan. Hiperglikemia dalam kehamilan menuntut pengelolaan yang cermat antara
kontrol glikemik yang optimal dan keamanan bagi ibu serta janin. Tantangan klinis yang dihadapi
mencakup penegakan diagnosis yang cepat dan tepat, penentuan target glikemik, pemilihan
terapi farmakologis yang efektif dan aman, serta pemantauan selama kehamilan hingga periode
pre dan pascapersalinan.
Penyusunan konsensus ini merupakan hasil kolaborasi yang erat antara Perkumpulan
Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI),
Himpunan Kedokteran Fetomaternal Indonesia (HKFM), serta Perhimpunan Dokter Spesialis
Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Kolaborasi lintas profesi ini mencerminkan kesadaran bersama
bahwa penatalaksanaan hiperglikemia dalam kehamilan memerlukan pendekatan multidisiplin,
dengan tujuan akhir yang sama, yaitu keselamatan ibu dan janin serta peningkatan kualitas
generasi mendatang. Konsensus ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi klinisi dalam
menghadapi tantangan tersebut di berbagai tingkat pelayanan kesehatan.
Kami berharap konsensus ini dapat menjadi acuan nasional yang aplikatif, adaptif terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan, serta relevan dengan kondisi dan sumber daya di Indonesia.
Semoga dokumen ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh para tenaga kesehatan sebagai dasar
pengambilan keputusan klinis dan sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan standar
pelayanan kesehatan maternal dan metabolik di Indonesia.