Prosiding Simposium Nasional Guru Besar Humaniora Tahun 2026: Trajektori dan Urgensi Humaniora Masa Depan

Kategori: , Tag:

SUSUNAN PANITIA
Ketua : Prof. Dr. R. Tuty Nur Mutia, S.S., M.Hum.
Wakil Ketua : Lily Tjahjandari, S.S., M.Hum., Ph.D.
Sekretaris : Prof. Dr. Laksmi, S.S., M.A.
Bendahara : Dr. Ahmad Fahrurodji, S.S., M.A.
Acara dan Persidangan : – Reynaldo de Archellie, S.Hum., M.Si
– Emilia Kurniasari, S.Hum., M.Hum
– Chandra Alif Irawan, A.Md.
Kesekretariatan : Margareta Aulia Rachman, S.Hum., M.Hum.
Humas dan
Dokumentasi : – Chysanti Arumsari, S.Hum., M.A.
– Dr. Minah Febriani Budianto, S.Hum., M.A.
Akomodasi dan
Transportasi : Zaini, M.A.
Konsumsi : Annisatul Laili Rachmawati, S.Hum., M.A.
Keuangan : Amelia Burhan, M.A., Ph.D.
ISBN:

Tahun Terbit: 2026
Halaman: 403
Ukuran: 21 cm x 29,7 cm

Sinopsis:

Simposium ini diselenggarakan berangkat dari kesadaran bahwa humaniora tengah menghadapi perubahan yang sangat mendasar. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta revolusi informasi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Di sisi lain, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai persoalan global yang semakin kompleks, mulai dari krisis lingkungan hingga munculnya berbagai tantangan baru pada era pascahumanisme. Seluruh dinamika tersebut menuntut humaniora untuk terus memperbarui perspektif, memperluas ruang kolaborasi, dan mempertegas kontribusinya dalam membangun kehidupan yang lebih beradab. Guru Besar Humaniora memiliki tanggung jawab moral sekaligus akademik untuk tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan arah bagi perkembangan kebudayaan dan peradaban bangsa. Humaniora tidak cukup hanya menjadi ruang refleksi atas masa lalu, melainkan juga harus mampu menjadi fondasi dalam membaca perubahan, merumuskan kebijakan, memperkuat karakter masyarakat, serta membayangkan masa depan Indonesia di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.
Melalui Simposium Nasional Guru Besar Humaniora Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun ruang dialog yang produktif di antara para Guru Besar Humaniora dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Forum ini diharapkan menjadi wahana untuk mempertemukan beragam perspektif, memperkaya pemikiran, serta melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang mampu memperkuat posisi humaniora sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa. Sebelas subtema yang diangkat dalam simposium ini merupakan representasi berbagai isu strategis yang saat ini dihadapi humaniora, mulai dari Humaniora Digital, Mitigasi Budaya, Kolaborasi Multihelix, Konservasi Budaya, Kajian Kebijakan, hingga Hilirisasi Humaniora. Simposium ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya jejaring Guru Besar Humaniora Indonesia yang berkelanjutan. Jejaring tersebut diharapkan mampu mendorong kolaborasi dalam penelitian, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, maupun penyusunan rekomendasi kebijakan yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan Indonesia.