Mengapa Rakyat Terus Dipajak? Paradoks Kekayaan Alam dan Ketergantungan Fiskal

Kategori: , Tag:

Penulis:
Dr. Sampurno A. Chaliq, MBA

ISBN:
Tahun Terbit: 2026
Halaman: 286
Ukuran: 15 cm x 23 cm

Sinopsis:

Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya sumber daya alam. Nikel, batu bara, emas, tembaga, gas, hutan, laut, dan kelapa sawit menghasilkan nilai ekonomi yang sangat besar. Namun, mengapa negara tetap menghadapi ruang fiskal yang sempit? Mengapa sebagian besar pendapatan negara justru terus bertumpu pada pajak yang dibayar rakyat?

Buku ini membedah paradoks tersebut secara kritis dan sistematis. Persoalannya bukan semata-mata kekurangan kekayaan, melainkan bagaimana kekayaan alam dan aset nasional dikelola, siapa yang menikmati nilai ekonominya, serta seberapa besar bagian yang benar-benar kembali kepada negara dan masyarakat.

Dengan menelaah struktur APBN, penerimaan pajak, pengelolaan sumber daya alam, kebocoran nilai tambah, dominasi korporasi, hilirisasi, royalti, serta pengalaman negara-negara lain, buku ini menawarkan perubahan mendasar: dari negara yang terlalu bergantung pada pajak menuju negara yang mampu mengelola aset nasional sebagai sumber kemakmuran.

Pajak tetap diperlukan. Namun sebelum menambah beban rakyat, negara wajib memastikan bahwa kekayaan alam dan seluruh aset nasional telah dikelola secara optimal, adil, transparan, dan berkelanjutan.

Buku ini menghadirkan satu pertanyaan besar yang tidak boleh terus dihindari: Jika Indonesia begitu kaya, mengapa rakyat harus terus dipajak untuk membiayai negara?