Penelitian Bedah Edisi Kedua
Penulis: Yefta Moenadjat Aria Kekalih
ISBN: –
Tahun Terbit: 2026
Halaman: x, 270 hlm
Ukuran: 17,5×25
Sinopsis:
Buku ini merupakan pembaruan buku penelitian bedah sebelumnya (2019) yang terdiri dari tiga
buku, yaitu penelitian berbasis bukti (seri pertama), peneltian (seri kedua) dan menyusun
manuskrip untuk publikasi (seri ketiga). Pembaruan dipandang perlu terkait perkembangan dan
kebaruan, melengkapi beberapa informasi yang belum dimuat dalam edisi sebelumnya dan
beberapa revisi sebagai penyempurnaan. Sebagai pertimbangan kepraktisan, ketiga bagian
utama yang sebelumnya diterbitkan sebagai buku terpisah dalam tiga seri digabungkan ke dalam
satu buku.
Buku ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama menghadirkan berbagai penelitian berbasis bukti
dengan karakteristik masing–masing yang diawali langkah paling penting yaitu penelusuran
literatur. Beberapa jenis penelitian berbasis bukti antara lain tinjauan literatur, scoping review,
tinjauan sistematik serta meta–analisis. Pada akhir bagian pertama ini dihadirkan informasi
mengenai aplikasi penelitian berbasis bukti pada praktik klnik, yaitu clinical practice guideline
(CPG). Bagian kedua memuat berbagai penelitian yang diterapkan di klinik (clinical setting), yaitu
studi deskriptif yang merupakan bentuk penelitian kualitatif (survei, wawancara) serta studi analitik
yang terdiri dari studi observasional (misal, kasus kontrol, potong lintang, kohort) dan studi
praeskperimental/eksperimental (kuasi dan uji random terkontrol). Dihadirkan pula penjelasan
mengenai studi gabungan; kualitatif dan kuantitatif. Bagian ketiga memuat uraian singkat dan
pedoman dan panduan penyusunan manuskrip serta persiapan submisi. Beberapa petunjuk
mengenai persyaratan diungkap yang akan membantu tercapainya publikasi.
Buku ini dipersiapkan dan dikemas dalam bentuk digital yaitu portable document format (pdf) yang
didasari kepraktisan yang tidak memerlukan perangkat lunak khusus sehingga dapat dibaca di
semua perangkat elektronik yang digunakan sehari–hari (gawai). Selain ramah lingkungan (tidak
membutuhkan kertas sebagaimana buku cetak), beberapa informasi tertentu berperan sebagai
referensi digital – yaitu hyperlink – menautkan suatu informasi ke situs jaringan tertentu sebagai
sumber, atau dokumen tertentu yang tersimpan di jaringan; hal yang tidak dimungkinkan pada
referensi dalam bentuk cetak. Meskipun demikian, versi buku sebagai bentuk cetak dimungkinkan
berdasarkan permintaan ke penerbit.















